Kilas Balik Jaga Wawonii: Jalan Kebun Warga Dihalangi Jalan Hauling PT GKP
Kalau sisa satu orang yang menolak kehadiran perusahaan di Wawonii, berarti itu adalah saya
Kalau sisa satu orang yang menolak kehadiran perusahaan di Wawonii, berarti itu adalah saya
Ibu tiga anak itu terpaksa melarikan diri ke hutan bersama 9 warga lainnya, termasuk sang suami. Dia dituduh menghalang-halangi perusahaan, sedang suaminya dituduh merampas kemerdekaan orang lain.
Perusahaan sudah beberapa kali menawari saya untuk menjual lahan saya, namun saya tidak mau menjual lahan saya, sekalipun mereka sudah menerobos hingga menggali dan merusak tanaman-tanaman saya
Meskipun hari ini kami (warga) telah menang, tapi saya yakin semua (ekosistem alam) tidak akan kembali seperti semula, air bersih kami yang telah tercemar dan sungai telah bercampur lumpur tidak akan Kembali seperti dahulu sebelum ada tambang
Almarhum ayahku pernah bilang, “Kalau tanah sudah dilubangi (dikeruk), alam akan membalas.” Aku tak terlalu mengerti maksudnya waktu itu, sampai saya mulai merasakan sendiri dampaknya.
Nama saya Hastati, warga Desa Roko-roko, Wawonii Tenggara, Konawe Kepulauan. Lahan saya pernah ditawar oleh perusahaan nikel PT. GKP, tapi saya berkeras menolak.
Kehidupan harmonis warga itu seketika menjadi sejarah. Masuknya industri nikel pada 2019 lalu di Pulau Wawonii, yang berlokasi tidak jauh dari desa, menjadi awal mula keretakan hubungan persaudaraan antar sesama warga
Hasniati rela meninggalkan rumah demi menuntut keadilan untuk warga Pulau Wawonii. Ibu dua anak asal Desa Sukarela Jaya, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) itu sangat dekat dengan aktivitas kebun dan anak-anak.
Hidup warga Wawonii sepenuhnya bergantung pada hasil alam. Hasil perkebunan dan hasil laut yang melimpah, sirna seketika setelah aktivitas eksploitasi alam oleh PT GKP.
Kapal kayu yang berukuran cukup besar itu membawa sembilan orang warga Desa Torobulu menuju Pulau Kelapa (Wawonii). Bertolak dari Kota Kendari, waktu tempuh yang diperlukan empat hingga lima jam untuk tiba di Desa Sukarela Jaya, Wawonii Tenggara.