Beranda / Warta / Konferensi Transisi Energi, Warga Torobulu Tolak Hadir: Pemerintah Terang-terangan Abaikan Suara Warga Korban Kriminalisasi Perusahaan Tambang

Konferensi Transisi Energi, Warga Torobulu Tolak Hadir: Pemerintah Terang-terangan Abaikan Suara Warga Korban Kriminalisasi Perusahaan Tambang

Warga Torobulu melakukan aksi penolakan di area pertambangan sembari membentangkan kertas tulisan-tulisan bernada protes, 29 Januari 2025. Foto: Dok Torobulu Melawan

Jagakampung.net – Konferensi Internasional-Indonesia Timur tentang Transisi Energi dan Mineral Kritis berlangsung di Makassar pada 14-16 Juli 2026.

Komunitas Torobulu Melawan menilai acara bertajuk “Melindungi Masa Depan: Kolaborasi Global Mineral Kritis untuk Transisi Energi Berkelanjutan” itu hanya omong kosong belaka.

Tudingan itu dilatari karena beberapa tamu undangan dan narasumber yang hadir dalam konferensi tersebut justru diduga ikut andil dalam memuluskan langkah perusahaan tambang yang merusak lingkungan.

Komunitas Torobulu Melawan bersikap tegas untuk tidak menghadiri hajatan internasional tersebut. Mereka menyatakan enggan berunding karena merasa pemerintah selama ini tutup mata terhadap nasib warga Torobulu.

Warga dikriminalisasi hanya karena berjuang mempertahankan ruang hidup mereka dari kerusakan yang diduga ditimbulkan oleh aktivitas galian tambang PT Wijaya Inti Nusantara (WIN). “Kami sudah lelah menyaksikan kerusakan lingkungan di depan mata,” tulis mereka dalam pernyataan resminya.

Sebagai bentuk protes atas pembiaran dan rusaknya sumber penghidupan mereka, Komunitas Torobulu Melawan menuangkan alasan penolakan hadir mereka dalam poin-poin surat pernyataan berikut ini:

***

Pernyataan Sikap

Kepada yang terhormat,

Panitia Konferensi Internasional-Indonesia Timur tentang Transisi Energi dan Mineral Kritis di Makassar Sulawesi Selatan. 

Melalui surat ini, kami sampaikan respon atas undangan yang telah dikirim kepada kami. Kami meminta maaf lantaran tidak menghadiri kegiatan Konferensi Internasional-Indonesia Timur tentang transisi energi dan Mineral Kritis pada 14-16 Juli 2026 di Makassar.

Keputusan untuk tidak hadir pada forum tersebut merupakan keputusan bersama setelah melakukan diskusi dan merefleksikan perjuangan panjang warga Torobulu menjaga sumber penghidupan dan pemukiman kami dari arogansi perusahaan tambang PT. Wijaya Inti Nusantara (PT WIN). 

Kami menolak berunding sebab pemerintah selama ini terang-terangan mengabaikan suara warga Torobulu sebagai korban kriminalisasi, hanya karena memperjuangkan lingkungan dari kerusakan galian perusahaan tambang. 

Kami memandang narasumber dan tamu undangan dalam forum konferensi tersebut, diduga kuat terlibat dalam menerbitkan izin perusahaan tambang, yang mana ikut terlibat merusak lingkungan dan mengabaikan penderitaan warga.

Berikut narasumber dan tamu yang kami maksud:

  1. Menteri Kehutanan RI (Narasumber)
  2. Menteri Kelautan dan Perikanan (Narasumber)
  3. Menteri Lingkungan Hidup / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (Narasumber)
  4. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / BAPPENAS(Narasumber)
  5. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Tamu Undangan)

Kami sudah lelah menyaksikan kerusakan lingkungan di depan mata. Sementara, pemerintah luput menjaga lingkungan dan sumber penghidupan warga. Sejak 2019–saat ini, perusahaan menambang di pemukiman Desa Torobulu, sumber mata air dan fasilitas umum rusak, namun pemerintah membiarkan perusahaan tambang tetap beraktivitas.

Jika ada yang mengatasnamakan Torobulu Melawan dalam forum yang dimaksud, maka kami sangat keberatan. 

Tidak ada ikan yang hidup di laut yang rusak

Tidak ada manusia yang hidup di lingkungan dan sosial yang rusak

Tidak ada kebijakan yang baik jika berada satu meja dengan perusahaan perusak lingkungan.

Hormat kami, Torobulu Melawan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *