Kilas Balik Jaga Wawonii: Saya Tidak Ingin lagi Ibu Dijadikan Buronanan, Tersangka, dan Lari ke Hutan
Hei, kenalin, nama saya Yonang. Kini saya berusia 16 tahun. Saya ingin bercerita sedikit tentang perjalanan hidupku sewaktu masih berusia 11 tahun
Hei, kenalin, nama saya Yonang. Kini saya berusia 16 tahun. Saya ingin bercerita sedikit tentang perjalanan hidupku sewaktu masih berusia 11 tahun
hingga saat ini perjuangan warga Wawonii tak pernah usai dari bayang-bayang perusahaan tambang yang telah menghancurkan sebagian alam Wawonii, juga telah menciptakan konflik sosial yang berkepanjangan.
Udang dan ikan banyak yang mati disebabkan kualitas air yang keruh. Air keruh ini berasal dari aliran air hujan di lahan galian tambang PT WIN
Tolong kasihan, siapakah yang bisa bantu pikirkan, kampanye tidak bisa, surat menyurat tidak bisa juga, bantu pikirkan, bantuki wae meski dari jauh
Pak Latif tetap berdiri kokoh seperti tanaman kelapa miliknya tak putus asa untuk terus tumbuh
PT Integra mengklaim bahwa lahan itu sudah dibayar. Namun mereka tidak mampu menunjukkan bukti pembayaran kepada Gerhana selaku pemilik lahan.
Meski mengalami kriminalisasi, masih banyak warga dari Desa Torobulu yang terus menerus bersuaran menentang PT WIN. Lalu apa alasan warga Torobulu pantang mundur menghadapi arogansi PT WIN?
Para pejuang Pulau Wawonii mulai bergegas menyiapkan diri menuju lokasi pertambangan nun jauh di atas gunung sana.
Warga menemukan 5 unit alat berat PT GKP, terdiri 3 unit eskavator, 1 unit mobil truk dan 1 unit buldoser yang sementara beroperasi di area bekas IPPKH yang sudah dicabut Kementerian Kehutanan.
Saat perusahaan datang, mereka dikawal polisi yang menenteng senjata, tentara lengkap dengan pakaian loreng, kakek saya juga ikut dilaporkan dikepolisian padahal lahan pertaniannya diserobot