Sejumlah warga Torobulu membentangkan spanduk di lokasi tambang PT WIN, 28 Agustus 2025
Torobulu, Jagakampung – PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) kembali menambang di sekitar pemukiman warga Desa Torobulu, Laeya, Konawe Selatan, sejak 15 Agustus 2025. Warga yang bermukim di sekitar kerukan tambang melakukan protes keras, Kamis, 28 Agustus 2025.
Mereka mendatangi lokasi pertambangan dengan membawa baliho. Dua eskavator terlihat sedang beroperasi di lokasi dengan kedalaman sekitar 20 meter. Tampak terlihat juga pemilik lahan dan beberapa karyawan sedang berjaga.
Di situ warga membentangkan baliho bertuliskan beberapa seruan di antaranya “Kita tidak mewarisi bumi dan kekayaan alam dari nenek moyang, tapi kita meminjamnya dari anak cucu, maka jagalah agar mereka merasakan hijaunya bumi pertiwi”.
Warga minta dipetemukan dengan pihak PT WIN
Menurut koordinator aksi, Harjun Hamzah, selama ini PT WIN tidak menghiraukan tuntutan warga dan telah melakukan pelanggaran karena menambang di area dekat pemukiman warga. Dia menuntut penghentian sementara aktifitas pertambangan PT WIN.
“Kami meminta agar dilakukan pertemuan, dengan memanggil dinas terkait, pihak keamanan, pemilik lahan, dan perusahaan untuk sama-sama duduk berbicara aturan,” kata Harjun, geram karena PT WIN menambang tak jauh dari belakang rumahnya.
Harjun menilai bahwa permintaan warga itu merupakan upaya mitigasi dampak lingkungan dan untuk meredam potensi konflik sosial antar sesama warga yang makin menganga.
Jawaban Sekdes Torobulu
Sekitar pukul 16.46 WITA, Sekretaris Desa (Sekdes) Torobulu, Samir, menemui warga yang protes di lokasi pertambangan lebih kurang 200 meter dari pemukiman itu.
Dia menyampaikan bahwa nanti akan diatur pertemuan dengan pihak-pihak terkait, terutama PT WIN untuk duduk bersama membahas tuntutan warga penolak tambang.
“Kalau memang sudah ada jadwal (pertemuan) disampaikan kembali, kami sebagai pemerintah desa tidak bisa menghentikan (aktifitas penambangan PT WIN), jangan sampai kami salah langkah, nanti disampaikan kepala desanya kalau dia siap atur jadwal kita ketemu,” jelas Samir. Pada pukul 17.20 WITA, warga keluar dari lokasi tambang dengan harapan agar pemerintah desa secepatnya menentukan jadwal pertemuan kembali dengan pihak-pihak terkait di Balai Desa Torobulu.***






