Home / Warta / Penggiat Pekan Literasi Torobulu Melawan Ajak Anak-Anak Suku Bajo Belajar Kenal Tubuh dan Area Pribadi

Penggiat Pekan Literasi Torobulu Melawan Ajak Anak-Anak Suku Bajo Belajar Kenal Tubuh dan Area Pribadi

Penggiat Pekan Literasi Torobulu bersama anak-anak Suku Bajo, Torobulu, 30 Agustus 2025

Torobulu, Jagakampung – Bagaimana rasanya putus sekolah, ditinggal bapak meninggal, dan Ibu harus pergi mengikuti suami barunya ?

Pekan Literasi Torobulu Melawan yang digelar 30 Agustus 2025 di Lorong Suku Bajo, Desa Torobulu, Laeya, Konawe Selatan, mendapat kunjungan perdana dari Merah, nama samaran.

Usianya kini belasan tahun, anak Suku Bajo. Dia putus sekolah di kelas 3 Sekolah Dasar. Merah kini tinggal bersama saudara ibunya, meski kini telah bersama Ibunya, ia tak lagi melanjutkan sekolahnya. 

Merah berbeda dengan anak perempuan lain. Untuk seusianya, postur tubuh Merah termasuk paling besar di antara teman sebayanya. Dia lebih banyak diam, lebih suka menunggu pertanyaan dan pelan-pelan menjawab dengan nada halus dan malu-malu. Tapi ia bukan pemalu. 

Ini merupakan pertemuan pertama kami dengannya. Entah selama ini dia kemana di saat pekan literasi berulang kali digelar di Lorong Bajo Torobulu. Karena Merah, pekan literasi kali ini menjadi ramai. Merah sigap membantu sepupunya yang sibuk mengarsir krayon di atas kertas. 

“Warna apa mau dikasih ini? Semuanya ditutupkan warna?,” kata Merah sambil membantu sepupu perempuannya menyelesaikan gambarannya.

“Langitnya warna biru” saya menimpali.

Sambil memperhatikan gambar Merah dan sepupu perempuannya, beberapa anak berteriak kegirangan lantaran telah menyelesaikan tugas gambar dan mewarnai lebih dulu.

Kebanyakan anak menggambar pemandangan dengan gugusan gunung hijau, hamparan langit, matahari terik yang dibuat seperti wajah tersenyum, perahu, buah, dan hewan. Semua anak antusias menyelesaikan gambar dengan warna cerah yang menarik perhatian, sesekali mereka saling pamer satu sama lain. 

“Sentuhan boleh: kepala, tangan, kaki, karena sayang (diulang hingga tiga kali), sentuhan tidak boleh, yang tertutup baju dalam, hanya diriku, yang boleh menyentuh” lagu ini merupakan bahan ajar sebagaimana tema Pekan Literasi kali pekan ini, “Mengenal Tubuh dan Area Pribadi”. Harapannya anak-anak mulai mengenal dan mengetahui tubuh dan area pribadi mereka.***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *