hingga saat ini perjuangan warga Wawonii tak pernah usai dari bayang-bayang perusahaan tambang yang telah menghancurkan sebagian alam Wawonii, juga telah menciptakan konflik sosial yang berkepanjangan...
Para pejuang Pulau Wawonii mulai bergegas menyiapkan diri menuju lokasi pertambangan nun jauh di atas gunung sana....
Saat perusahaan datang, mereka dikawal polisi yang menenteng senjata, tentara lengkap dengan pakaian loreng, kakek saya juga ikut dilaporkan dikepolisian padahal lahan pertaniannya diserobot...
Segelintir warga yang merasa rugi itu pada dasarnya terbuai dengan kesenangan sesaat karena iming-iming PT GKP...
jika negara tetap menerbitkan izin tambang di pulau kecil dan pesisir maka secara otomatis melanggar hukum....
Kalau sisa satu orang yang menolak kehadiran perusahaan di Wawonii, berarti itu adalah saya...
Ibu tiga anak itu terpaksa melarikan diri ke hutan bersama 9 warga lainnya, termasuk sang suami. Dia dituduh menghalang-halangi perusahaan, sedang suaminya dituduh merampas kemerdekaan orang lain....
Perusahaan sudah beberapa kali menawari saya untuk menjual lahan saya, namun saya tidak mau menjual lahan saya, sekalipun mereka sudah menerobos hingga menggali dan merusak tanaman-tanaman saya...
Meskipun hari ini kami (warga) telah menang, tapi saya yakin semua (ekosistem alam) tidak akan kembali seperti semula, air bersih kami yang telah tercemar dan sungai telah bercampur lumpur tidak akan ...
Almarhum ayahku pernah bilang, “Kalau tanah sudah dilubangi (dikeruk), alam akan membalas.” Aku tak terlalu mengerti maksudnya waktu itu, sampai saya mulai merasakan sendiri dampaknya....










